Contoh Membuat Laporan Kuliah

Posted on

Contoh Membuat Laporan Kuliah – Laporan ialah bentuk pemberitahuan ataupun penyampaian berita dari seorang bawahan terhadap atasannya akan suatu peristiwa ataupun aktivitas. Penyampaian laporan dari bawahan ialah bentuk pertanggungjawaban terhadap pimpinannya yang memegang kekuasaan.

Dalam mengantarkan laporan bisa dilakukan langsung secara lisan ataupun tulisan. Ada juga kategori dan contoh laporan tertulis bisa dibedakan berdasarkan aktivitas dan tujuannya.

Dibawah ini ialah contoh laporan aktivitas yang baik dan benar. Mulai dari contoh laporan aktivitas sekolah, contoh laporan aktivitas, contoh laporan aktivitas usaha, contoh laporan aktivitas kerja, posyandu, OSIS, security, pramuka, dll.

Dasar-Dasar Laporan

Contoh Laporan

 

 

laporan bisa efektif memiliki ketentuan yang perlu dipadati demi terbentuknya laporan yang baik maka seseorang perlu tahu secara baik macam apa pembuatan format laporan yang sempurna.

Akibatnya laporan yang terformat bagus akan bisa bermanfaat baik dalam komunikasi ataupun untuk mencapai tujuan komunikasi. Berikut dasar-dasar dalam pembuatan laporan:

  • Pemberi laporan. Pemberi laporan bisa berbentuk perseorangan ataupun sebuah panitia yang ditugaskan untuk maksud tertentu. Umpamanya:  seorang mahasiswa yang ditugaskan untuk mengkaji suatu objek.
  • Penerima laporan. Laporan bukan hanya dibuat oleh seorang ataupun badan, namun laporan juga ditujukan ataupun akan disampaikan kepada orang ataupun suatu badan. Lainnya yang menerima laporan merupakan orang ataupun badan yang menugaskan.
  • Tujuan laporan. Tujuan laporan rata-rata untuk menangani suatu permasalahan, untuk mengambil suatu keputusan yang lebih efektif, tahu kemajuan dan kemajuan suatu permasalahan untuk mengadakan pengawasan dan perbaikan, untuk mendapatkan teknik-teknik terkini dan lain sebagainya.
  • Watak laporan. Sebuah laporan haruslah penuhi sifat-sifat berikut: mengandung imajinasi, laporan harus sempurna dan lengkap dan laporan disajikan secara menarik.

4 Contoh Kata Pengantar Makalah Yang Baik Terbaru 2020

Bentuk Laporan

Contoh Laporan

Berdasarkan wujudnya, contoh laporan bisa dibedakan secara lisan dan tulisan. Laporan lisan biasanya hanyalah formalitas yang dilakukan untuk mengantarkan data mengenai peristiwa yang berlangsung secara langsung pada saat itu juga. Pada kebanyakan suasana yang berlangsung, laporan lisan akan diiringi dengan penyerahan laporan tertulis. Untuk lebih jelasnya, simak pemahaman berikut:

1. Laporan Lisan

Laporan lisan ialah laporan yang disampaikan langsung melalui komunikasi lisan antara si pemberi laporan (bawahan) kepada penerima laporan (atasan). Contoh laporan secara lisan yang paling mudah ditemui merupakan disaat upacara bendera di sekolah-sekolah berlangsung. Pemimpin upacara mengantarkan laporan langsung kepada pembina/inspektur upacara.

Hal itu berbeda dengan laporan secara lisan pada organisasi ataupun institusi. Pada lembaga terstruktur seperti itu, laporan lisan biasanya akan disusul dengan laporan tertulis resmi. Dengan demikian, akan ada catatan sebagai bukti rekam jejak aktivitas.

2. Laporan Tertulis

Laporan tertulis adalah contoh laporan yang penyampaiannya dikerjakan dengan cara tertulis. Lazimnya, bentuk laporan ini bertabiat resmi. Di dalam laporan tertulis akan disertakan nama serta kode tangan pembuatan laporan dan penanggung jawab aktivitas yang dilaporkan. Ada juga beberapa bentuk dari laporan tertulis merupakan sebagai berikut:

  • Memo, ialah bentuk laporan singkat dengan hanya menuliskan hal-hal pokok yang kepingin berhasil dilaporkan. Biasanya laporan dalam bentuk memo diberikan tak lama sesudah peristiwa berlangsung ataupun penerapan aktivitas.
  • Pesan, bentuk laporan ini lebih panjang dibanding memo, namun juga hanya berisi poin-poin bernilainya saja. Sama halnya seperti memo, teks laporan diberikan tak berselang lama dari peristiwa yang menjadi obyek laporan.
  • Naskah, laporan dalam bentuk ini memiliki dituliskan dalam perinci pemahaman deskriptif mengenai aktivitas yang dilakukan. Biasanya ditulis dalam beberapa lembar kertas, namun tidak sebanyak laporan berbentuk buku. Bentuk laporan ini yang selalu bisa ditemui semisal saja surat kabar.
  • Buku ialah laporan yang dituliskan sangat panjang dan biasanya dibelah dalam sub-sub ulasan khusus. Pembagian ini dimaksudkan untuk mempermudah pembaca laporan mengikuti alur yang dilaporkan. Contoh yang banyak dijumpai untuk bentuk laporan ini semisal saja laporan riset.

Waktu Penyampaian Laporan

Contoh Laporan

Berdasarkan peristiwa ataupun aktivitas yang dilaporkan, terdapat beberapa waktu penyampaian contoh laporan. Hal itu disebabkan karena 2 aspek, adalah tingkatan kepentingan dari data serta rutinitas dari aktivitas yang dilaporkan. Berikut pemahaman lebih detailnya:

1. Langsung

Laporan langsung diberikan apabila data harus selekasnya dilaporkan dan memiliki nilai kepentingan yang sangat besar. Penyampaian laporan dilakukan langsung tak lama sesudah terbentuknya peristiwa ataupun peristiwa. Contoh laporan seperti ini semisal mengenai terbentuknya bencana alam di suatu wilayah.

Peristiwa seperti itu harus selekasnya dilaporkan saat itu juga, baik dengan komunikasi langsung ataupun memanfaatkan perkakas komunikasi yang lain. Beruntung dengan adanya keberadaan perkakas komunikasi sekarang ini, penyampaian laporan penting juga tak wajib menunggu.

Tergantung pada tingkatan kepentingannya, laporan ini juga bisa disampaikan melalui memo. Biasanya metode penyampaian melalui memo ini dilakukan pada institusi ataupun perusahaan.

2. Tak Langsung

Berkebalikan dengan laporan langsung, laporan tak langsung adalah laporan yang tidak dilaporkan secara langsung pada saat itu juga. Contoh laporan ini disampaikan sesudah ada sela waktu waktu yang terlampaui dari penerapan aktivitas.

Laporan tak langsung tidak memiliki nilai urgensi seperti pada laporan peristiwa bencana. Umpamanya saja saja seperti laporan aktivitas 17 Agustus di lingkungan RT.

Dengan sendirinya, tidak akan ada permasalahan yang berarti walaupun laporan tidak selekasnya diberikan sesudah selesainya aktivitas. Hanya saja, kebanyakan orang tetap berupaya menyelesaikan laporan ini sesegera mungkin. Tujuannya merupakan agar tugas yang dibebankan selekasnya lekas selesai.

3. Insidental ataupun Sewaktu-waktu

Insidental ataupun sewaktu-waktu memiliki pengertian bahwa peristiwa tidak selalu berlangsung dalam periodik tertentu. Maksudnya peristiwa yang perlu dilaporkan ini hanya berlangsung sekali itu saja, dan tak memiliki rencana untuk mengulangi hal seragam. Dalam pelaporan laporan secara insidental ini, bisa dibedakan menjadi 2, adalah langsung dan tak langsung.

Contoh laporan untuk waktu penyampaian insidental langsung semisal seperti peristiwa bencana alam seperti pada poin nomor satu sebelumnya. Selang itu, untuk peristiwa sewaktu-waktu merupakan seumpama kunjungan dari Menteri Penelitian dan Pendidikan Mulia ke sebuah universitas. Maksudnya, peristiwa bencana alam harus selekasnya dilakukan sesudah terbentuknya. Selang itu, laporan kegiatan kunjungan menteri tidak harus langsung disampaikan sesudah aktivitas tersebut selesai.

4. Berkala Maupun Periodik

Waktu penyampaian laporan yang terakhir ialah kebalikan dari penyampaian laporan secara sewaktu-waktu. Kategori waktu penyampaian yang terakhir ini adalah mengatakan aktivitas yang giat diselenggarakan. Pelaporan aktivitas seperti ini dilakukan hanya cuma sebagai formalitas belaka. Pihak yang berwenang tahu bahwa aktivitas tersebut ada, walaupun tanpa adanya laporan.

Ada juga contoh laporan secara berkala bisa laporan setiap hari, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Laporan ini juga bisa dilakukan sebagai bentuk pemberitahuan progres dari suatu aktivitas, semisal dalam suatu proyek pekerjaan.

Dengan demikian, pihak yang berwenang tahu sampai sepanjang mana aktivitas tersebut berjalan. Lazimnya laporan seperti ini dipakai sebagai resep untuk penilaian.

Tujuan Penyampaian Laporan

Contoh Laporan

Laporan diberikan oleh bawahan yang melakukan aktivitas sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam penerapan aktivitas tersebut. Penerima laporan biasanya ialah atasan yang memiliki kewenangan ataupun yang dibilang dijadikan jaminan dalam penerapan. Contoh laporan yang seperti ini rata-rata dilakukan pada organisasi ataupun institusi kelembagaan.

Pada beberapa peluang, laporan diberikan kepada masyarakat umum. Laporan yang demikian biasanya ialah laporan aktivitas swadaya masyarakat setempat ataupun bertabiat menyebarkan data kepada masyarakat luas. Ada juga tujuan dari penyampaian laporan antara lain, adalah:

  • Penyampaian data, di mana laporan diberitakan sebagai penyampaian data akan suatu peristiwa, peristiwa, ataupun aktivitas yang akan ataupun telah berlangsung. Karena itu ialah tujuan utama dari disampaikannya laporan, merupakan untuk memberitahukan kepada sahabat.
  • Pemberian anjuran, biasanya dilakukan pada laporan hasil riset. Hasil riset yang dilaporkan akan dipakai sebagai resep dalam mengajukan anjuran. Dari laporan riset, akan diketahui hasil penemuan di lapangan yang setelah itu akan dijadikan sebagai tolok ukur dalam pengajuan usulan anjuran.
  • Penilaian, bentuk tujuan laporan yang satu ini merupakan hasil dari laporan berkala pada progress report ataupun laporan progres. Bagaimanakah kinerja yang dilakukan sepanjang ini dilihat secara periodic, bila terdapat ketidaksesuaian hasil capaian dengan rencana kerja, maka hal seperti itu yang akan dijadikan sebagai resep penilaian.

Kategori-Kategori Laporan

Contoh Laporan

Untuk membuat laporan di bedakan dalam beberapa kategori. Pengelompokan kategori laporan ini biasanya dibedakan oleh beberapa aspek. Berikut  beberapa kategori laporan, antara lain:

  • Laporan peristiwa. Laporan peristiwa/berita merupakan laporan yang menyajikan tentang proses ataupun keadaan berlangsungnya sebuah peristiwa. Laporan ini bisa diolah melalui faktor 5W+1H, namun digubris dalam bentuk deskriptif. Umpamanya teks laporan, majalah, dan sebagainya.
  • Laporan dialog. Laporan dialog disebut juga notulen merupakan laporan yang menyajikan mengenai jalannya dialog.
  • Laporan aktivitas. Laporan aktivitas adalah laporan mengenai aktivitas yang telah berlangsung. Conohnya: aktivitas OSIS, laporan aktivitas PKL, laporan aktivitas pramuka dan yang lain.
  • Laporan darmawisata. Laporan darmawisata merupakan laporan yang disusun secara naratif dan kronologis yang memuat pengalaman dari penulis.
  • Laporan riset. Laporan riset adalah laporan yang berisi mengenai hasil riset yang telah dilakukan.

Prinsip-Prinsip Pencatatan Laporan

contoh laporan kuliah contoh laporan penelitian contoh laporan kegiatan pelatihan contoh laporan kunjungan contoh laporan praktikum contoh laporan kegiatan lomba contoh laporan pkl contoh laporan makalah

Laporan pada dasarnya ialah perkakas komunikasi juga. Biar bisa dipakai sebagai perkakas komunikasi yang efektif, sebuah laporan harus penuhi beberapa ketentuan. Berikut ialah ketentuan ataupun prinsip dalam membuat laporan

  • Lengkap. Lengkap maksudnya data dan hakikat yang ada dalam laporan haruslah lengkap
  • Jelas. Sebuah laporan disebut jelas apabila penjelasan dalam laporan tidak memberi peluang ditafsirkan secara ganda oleh pembaca yang berbeda. Ini bisa tercapai apabila bahasa yang dipakai benar dan komunikatif
  • Benar / akurat. Data dan hakikat yang salah bisa menuntun pembaca membuat keputusan yang salah. Jadi kebenaran dan keakuratan isi yang ada dalam laporan sangat dibutuhkan.
  • Sistematis. Laporan harus disusun sedemikian rupa, dengan system pengkodean yang disiplin, sampai-sampai mudah dibaca dan diikuti oleh pembaca. Laporan yang sistematis juga akan mempermudah sahabat ketika mendalami isinya.
  • Objektif. Penulis laporan tidak boleh memasukkan selera individu ke dalam laporan yang dibuatnya. Pelapor harus berlagak netral dan mengenakan dimensi umum dalam menaksir sesuatu selaras dengan yang diamati.
  • Cocok waktu. Ketepatan waktu mutlak dibutuhkan, karena keterlambatan dalam membuat laporan bisa menyebabkan keterlambatan pengambilan keputusan.

Cara Membuat Laporan

contoh laporan kuliah contoh laporan penelitian contoh laporan kegiatan pelatihan contoh laporan kunjungan contoh laporan praktikum contoh laporan kegiatan lomba contoh laporan pkl contoh laporan makalah

Membuat laporan tidaklah sembarangan seperti mengarang biasa. Untuk menyusunnya dibutuhkan sistematika yang baik dan benar, biar laporan bisa tersampaikan dengan baik. Sistematika dalam pebuatan laporan terdari dari beberapa bagian, dintaranya: Judul, Kata pengantar, Himpunan isi, Himpunan tabel, Himpunan gambar dan Himpunan lampiran.

Yup dalam bagian-bagian sub bab tersebut harus membuat bagian-bagiannya secara perinci. Untuk kejelasannya langsung pembahsannya yang satu ini:

1. Judul

Judul harus disesuaikan dengan kegiatan yang telah anda buat. Tidak hanya menjadikan judul sebagai center dari cover utama laporan, tidak lupa untuk menyantumkannya di dalam halaman kedua sesudah halaman cover.

2. Kata Pengantar

Kata pengantar berisi tentang backdrop mengapa kegiatan ada beserta tujuan singkat dibentuknya kegiatan tersebut. Untuk kata pengantar ini harus ada, karena biasanya tujuan dan maksud penulis biasanya disampaikan di pengantar ini.

3. Himpunan Isi

Tuliskan nomor halaman dari masing-masing bab untuk mempermudah pembaca mencari data yang diperlukan. untuk mempermudah bisa membuat catatan isi di akhir tahap pengetikkan laporan untuk mengecek halaman dan konten yang sudah dibuat.

4. Pendahuluan

Pemahaman mengenai totalitas kegiatan, tuliskan lengkapnya. Masukkan juga alasan-alasan mengapa dibuatnya kegiatan tersebut, dan apa sajakah yang ada dalam bab pendahuluan? Berikut di bawah ini:

  • Latar belakang riset. Latar belakang dalam ssebuah riset berisi apa yang menjadi aspek pembuatan kegiatan anda dan macam apa eksekusi acaranya. Tujuan Pengamatan yang menjadi sebab utama pengamatan kegiatan dan aktivitas tersebut. Manfaat Pengamatan berisi pemahaman mengenai apa saja khasiat dan manfaat dari pengamatan tersebut untuk sahabat dan diri sendiri.
  • Tujuan aktivitas. Tujuan aktivitas adalah menjelaskan mengapa kegiatan ini dibentuk ataupun apa yang melandasi tujuan kegiatan ini dibentuk. Paparkan tujuan secara jelas dan ringkas.
  • Isi. Pada bab ini akan menjelaskan secara rinci mulai dari apa acaranya, siapa saja yang akan menghadiri, apa saja yang akan ditampilkan dan macam apa run down dari kegiatan tersebut.
  • Anjuran. Pada laporan aktivitas ini, akan memberikan anjuran untuk penerapan cara selanjutnya. Apakah dari segi penerapan yang harus diperbaiki ataupun dari segi acaranya sendiri. sampaikan secara perinci dan jelas agar bisa membantu dalam  penerapan kegiatan selanjutnya.
  • Penutup. Beri ringkasan untuk aktivitas yang sudah dilakukan. Penutup ialah menjadi bab yang akan menutup laporan aktivitas. sampaikan secara jelas dan tidak berputar- putar.
  • Himpunan pustaka. Sebutkan dari mana sajakah referensi yang di bisa. Himpunan pustaka juga bisa berbentuk sumber dari media cetak seperti koran ataupun majalah. Bisa juga dari media online seperti portal,surat kabar, berita online dan yang lain.
  • Lampiran. Kasih lampiran berbentuk potret-potret aktivitas di saat pembukaan, pertengahan kegiatan dan penutupan berlangsung. Gambar tersebut juga akan mewakili kelengkapan laporan yang telah dibuat.

Contoh Laporan Dari Bermacam Rupa Aktivitas

Untuk memahami tentang bentuk laporan, bisa kita lihat contoh laporan yang didapat dari beberapa aktivitas di bawah ini:

1. Contoh Laporan Aktivitas Seminar

Contoh Laporan

Laporan Aktivitas Seminar

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA

KOMPETENSI KEAHLIAN FARMASI

Alamat: Jalan Slamet Riyadi Nomor 443 Telp. (0271) 712192 Surakarta

LAPORAN KEGIATAN

NAMA KEGIATAN

Tema “Seminar Nasional Bedah Kurikulum 2013” dalam rangka Dies Natalis ke-49 Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2014

WAKTU PELAKSANAAN

8 April 2014

TEMPAT

Graha Perhutani Solo

Jalan. Slamet Riyadi Nomor. 473 Solo

TUJUAN

Sesudah mengikuti seminar nasional Bedah Kurikulum 2013 dengan tema: “Mampukah Kurikulum 2013 menanggapi semua tantangan kenaikan kompetensi guru”, diharapkan semua peserta bisa:

  • Memahami Kurikulum 2013
  • Memahami  cara menumbuhkan materi Kurikulum 2013
  • Mengevaluasi kurikulum 2013
  • Memahami  cara merancang strategi pembelajaran dan implementasi Kurikulum 2013
  • Mengimplementasikan kurikulum 2013 pada semua jenjang pendidikan.

MATERI SEMINAR

Secara umum, materi seminar merupakan mengenai Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Profesor. Dokter. Rustono, Meter.Hum (TIM PUSKUR Kemendiknas RI).

Materi seminar merupakan sebagai berikut.

  • Hasil Penilaian BSNP.
  • Arah pergantian Kurikulum.
  • Penyederhanaan mapel.
  • Pokok-pokok kurikulum 2013.
  • Kompetensi inti.
  • Kompetensi dasar.
  • Struktur kurikulum.
  • Beban belajar.
  • Pembelajaran tematik integrative.
  • Mata pelajaran dan alokasi waktunya.
  • Mapel peminatan.
  • Standar isi.
  • Tabel kompetensi inti.
  • Tabel kompetensi dasar.

TINDAK LANJUT

  • Terselenggaranya aktivitas/ workshop/ IHT dalam rangka merancang dan menumbuhkan strategi pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 yang dilaksanakan di
  • Mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan baik dan benar

DAMPAK

Imbas aktivitas ini terhadap kenaikan kompetensi peserta selaku pendidik antara lain sebagai berikut.

  • Secara umum seminar nasional ini berakibat pada meningkatnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, spesialnya kompetensi paedagogik dan kompetensi handal.
  • Secara khusus seminar nasional ini berakibat pada meningkatnya uraian peserta tentang kurikulum 2013 dan peserta bisa membagikan uraian itu kepada pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan kerja (sekolah).

PENUTUP

Demikian laporan ini kami buat sebagai bentuk pertanggungjawaban dari tugas yang diberikan. Mohon maaf atas seluruh ketiadaan dan terimakasih atas semua support yang diberikan.  Mudah-mudahan berkhasiat.

2. Contoh Laporan Aktivitas Sekolah

Contoh Laporan

Laporan Aktivitas Sekolah

Laporan Aktivitas Porseni Di SMP Dulang Jaya Bandung

Pendahuluan

Masa muda merupakan masa yang penuh dengan imajinasi dan daya kreasi yang besar, terhitung pada kanak-kanak yang masih duduk di bangku SMP. Kreativitas sangat dibutuhkan untuk meningkatkan dan menaikkan kepekaan terhadap kerasa estetik dan artistik yang nantinya akan memunculkan sikap kritis, kreatif dan apretiatif pada karakter para siswa/i secara menyeluruh.

Sikap tersebut akan timbul dengan diadakannya aktivitas yang memancing daya kreativitas para siswa/i contohnya aktivitas Porseni ataupun Minggu Berolahraga dan Seni yang diadakan oleh pihak sekolah. Tujuannya merupakan untuk menaikkan kemampuan diri setiap siswa dan mengarahkan kebersamaan ketika menyelesaikan sesuatu yang bermanfaat.

Akibatnya aktivitas Porseni di sekolah ini harus dilaksanakan demi menaikkan kemampuan setiap siswa yang bersekolah di SMP Dulang Jaya Bandung. Oleh karna itu, SMP Dulang Jaya telah melakukan aktivitas Porseni kecuali waktu sekolah pada tahun ajaran 2017/2018.

Tujuan Aktivitas Porseni

  • menaikkan kreativitas setiap siswa
    • Menciptakan ikatan agar saling kerjasama setiap siswa dalam hal mengelola bakat masing-masing
    • Menambah tali silaturahmi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan para guru
    • Mencari bibit baru bidang olah-raga dan seni

Aktivitas

Nama aktivitas : Minggu Berolahraga dan Seni
Tema aktivitas : menumbuhkan bakat dan kreativitas demi kemajuan diri
Sasaran aktivitas : seluruh siswa SMP Dulang Jaya Bandung
Bertepatan pada aktivitas : 15 sampai 22 Desember 2017
Tempat aktivitas : SMP Dulang Jaya

Anggaran dana

Pendapatan : Rp 2.500.000,00
Pengeluaran : Rp 2.400.000,00

Penutup

Demikian laporan aktivitas Porseni di SMP Dulang Jaya Bandung yang telah terselenggara dengan bisa dengan mudah dan sukses. Dalam pembuatan laporan ini kami sadar masih banyak kekurangannya, karena demikian kami meminta maaf yang sebesar-sebesarnya atas seluruh ketiadaan yang ada pada laporan aktivitas Porseni ini. sekian dan terima kasih.

3. Contoh Laporan Aktivitas Pelatihan

Contoh Laporan

Laporan Aktivitas Pelatihan

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Penyuluhan pertanian ialah upaya yang dilakukan untuk menaikkan kepiawaian setiap petani baik dalam hal kemampuan ataupun sikap agar mereka bisa mengambil keputusan sendiri terkait dengan setiap usaha tani yang dilakukan oleh para petani tersebut.

Kategori pelatihan yang baik harus diiringi dengan beberapa kriteria sebagai berikut adalah tersusunnya aktivitas dengan bersih, terwujudnya sebuah perencanaan yang baik, penerapan aktivitas dan penilaian yang penuhi ketentuan terpenuhinya sebuah pelatihan.

Tujuan Laporan Aktivitas

Sebagai bentuk tanggung jawab dari aktivitas pelatihan yang sudah dilaksanakan dan untuk penuhi persyaratan pemenuhan tugas ujian akhir semester 7 di Sekolah Mulia Pertanian Bogor.

METODE PELAKSANAAN

Waktu Dan Tempat

Aktivitas pelatihan dilaksanakan pada Hari Sabtu, Bertepatan pada 20 Juli 2018 jam 14.00 sampai 16.00 WIB. Bertempat di kelompok tani Saung Lembur, Desa Parahitan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Peserta pelatihan

Peserta pelatihan yang mengikuti aktivitas ini antara lain seluruh anggota serta pengurus kelompok tani Saung Lembur Desa Parahitan, para tokoh masyarakat, serta penyuluh pertanian setempat. Rincian peserta yang muncul dalam pelatihan adalah sebagai berikut: anggota beserta pengurus berjumlah 18 orang, tokoh masyarakat berjumlah 4 orang dan penyuluh pertanian berjumlah 3 orang.

Materi Pelatihan

Materi pelatihan yang dipakai dalam aktivitas ini merupakan pemberian pupuk organik.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penerapan aktivitas yang semestinya dilakukan pada jam 14.00 terpaksa harus mundur menjadi jam 14.55 disebabkan beberapa sebab adalah masih banyaknya petani yang bekerja di sawah ataupun petani yang memiliki kepentingan yang lain. Jumlah orang yang muncul saat itu 22 orang, belum terhitung penyuluh pertanian yang juga datang terlambat.

Partisipasi para petani dalam aktivitas pelatihan ini masih sangat kurang karena banyak petani yang merasa sudah lebih berpengalaman dalam pembuatan pupuk organik dan ternyata tidak berhasil. sampai-sampai petani malas memanfaatkan lagi pupuk organik dengan sebab banyak gangguan disaat pembuatan pupuk.

Penutupan

Aktivitas pelatihan ini ditutup dengan upacara penutupan, pemberian pupuk organik untuk para petani, serta kepada anggota kelompok secara free.

4. Contoh Laporan Aktivitas Lomba

Contoh Laporan

Laporan Aktivitas Lomba

Dasar Pemikiran

Pramuka ialah satu di antara agen pergantian yang jadi pijakan bangsa, negeri dan agama yang dituntut untuk bisa berpartisipasi pada setiap aktivitas yang terdapat di masyarakat. Pramuka harus bisa menaikkan mutu dan kuantitas tubuh dari pramuka itu sendiri dan masyarakat di sekitarnya.

Melalui lomba tangkas pramuka ini diharapkan sebagai penerus bangsa dalam golongan penggalang yang tampak di lingkup SMP Maja Lingga Bandung dan sekitarnya agar bisa bereksistensi penuh serta bisa memberikan sumbangsih yang nyata untuk bangsa Indonesia.

Oleh karna itu kami dari Universitas Padang Panjang Bandung yang menjadi anggota pramuka mengadakan aktivitas lomba ini untuk mewadahi para generasi muda di SMP Maja Lingga agar menjadi pemuda yang memiliki karakter yang kokoh dan nasionalis.

Tujuan Aktivitas Lomba

  • Menjadi wadah yang pas untuk membentuk generasi penerus bangsa yang kokoh dan bernilai.
    2. Memupuk kerasa persaudaraan di golongan sesama sisiwa SMP Maja Lingga Bandung.
    3. Melatih jiwa kompetitif yang sehat dan kreatif.
    4. Mencetak kader pramuka yang bisa menjadi pejuang penerus bangsa yang memiliki jiwa nasionalis.

Nama Dan Tema

Nama aktivitas : Lomba tangkas pramuka penggalang
Tema aktivitas : Menciptakan karakter dan daya juang yang besar bagi para pemuda pemudi

Waktu Dan Aktivitas

Hari : Minggu
Bertepatan pada : 15 April 2017
Waktu : Jam 07.00 sampai 16.00
Tempat : Kampus Universitas Padang Panjang Bandung

Penutup

Demikianlah laporan aktivitas lomba tangkas pramuka yang menjadi tanggung jawab kami sebagai penyelenggara lomba dan hasil aktivitas lomba yang telah di laksanakan. Laporan aktivitas lomba ini kami buat dengan sebenar-benarnya, bila masih terdapat banyak kesalahan pada laporan ini akan kami perbaiki lagi di aktivitas selanjutnya.

Kami mengantarkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini sampai kegiatan ini sukses, semoga dorongan kalian menemukan balasan dari Tuhan YME. Amin.

5. Contoh Laporan Aktivitas Pentas Seni

Contoh Laporan

Laporan Aktivitas Pentas Seni

Pendahuluan

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karuniaNya dan rahmatNya.

Indonesia memiliki beragam budaya yang indah dan tak lepas dari macam-macam karya seni yang menawan. Maka kami dari OSIS kepingin berhasil menyelenggarakan sebuah pentas seni di SMU Hitam Putih. Aktivitas ini dalam rangka menaikkan apresiasi para siswa/i terhadap kesenian dan kebudayaan spesialnya yang berasal dari Indonesia.

Melalui aktivitas ini kami sangat berharap akan berkembang cinta dan kepedulian terhadap seni dan budaya Indonesia ataupun seni dan budaya modern. Kegiatan pentas seni ini bisa menjadi ajang intermezo bagi para siswa/i menjelang UAS tiba.

Latar Belakang

Aktivitas ataupun kegiatan pentas seni ini dilaksanakan sehubungan dengan hari Bunda yang selalu kita peringati setiap bertepatan pada 22 Desember. Anggap saja kegiatan pentas seni ini ialah perayaan kecil-kecilan dari siswa siswi dan sebagai kerasa terima kasih kepada Ibundanya masing-masing.

Tujuan Kegiatan Pentas Seni

  • Menumbuhkan bakat, kemampuan dan kreatifitas para siswa/i.
    2. Sebagai bentuk apreasiasi siswa.
    3. Sebagai perkataan terima kasih kepada seluruh bunda di dunia.
    4. Sebagai kegiatan komersial.
    5. Melestarikan kesenian Indonesia.
    6. Melestarikan budaya Indonesia.

Waktu Dan Tempat

Hari/Bertepatan pada : Sabtu 5 Juli 2017
Waktu : Jam 09.00-selesai

Kategori Aktivitas Yang Ditampilkan

  • Tari tradisional perwakilan dari para siswi
    2. Musik tradisi dan kreasi seni dari siswa siswi seperti modern dance, band serta vokal regu dari masing-masing ekstrakurikuler.
    3. Teater persembahan dari kanak-kanak yang mengikuti ekstrakurikuler teater.

Penutup

Demikian hasil dari laporan aktivitas pentas seni yang telah kami selenggarakan, alhamdulillah kegiatan tersebut berjalan dengan bisa dengan mudah dan sukses. Mohon maaf yang sebenar-benarnya apabila masih ada ketiadaan dari laporan aktivitas yang kami buat. kami berharap pembaca bisa mengantarkan kritik ataupun sarannya yang membangun. Sekian dan terima kasih.

6. Contoh Laporan Aktivitas Pramuka

Contoh Laporan Kegiatan

Laporan Aktivitas Pramuk

BAB I

Latar Belakang

Gerakan pramuka ialah wadah yang pas dalam pengembangan diri, bakat dan hasrat  untuk seluruh anggota pramuka. Anggota pramuka tersebut nantinya harus mendapatkan bermacam aktivitas pramuka yang bertabiat mendidik. Karena pramuka ialah tempat untuk melangsungkan kegiatan para anggota pramuka.

Seluruh aktivitas yang terdapat di dalamnya juga harus terencana dengan baik, memiliki persiapan yang matang, serta bisa dinilai baik dari segi pendidikan ataupun kejiwaan para anggota pramukanya. Berdasarkan pemahaman tersebut maka penilaian penerapan gerakan pramuka disesuaikan dengan program gugus depan SMP Gunung Jati Bandung yang dibuat dalam laporan tertulis.

Sasaran aktivitas

Sasaran dari penerapan aktivitas latihan mingguan ini merupakan para anggota pramuka dari SMP Gunung Jati yang tampak di gugus depan. Peserta yang berasal dari kelas 7 dan 8, ataupun yang berasal dari penggalangan inti kelas 7,8 dan 9.

Manfaat aktivitas

Manfaat aktivitas gerakan pramuka ini secara umum adalah untuk mengukur kemajuan kepramukaan di lingkungan gugus depan SMP Gunung Jati.

Pembiayaan penerapan aktivitas

Pembiayaan aktivitas pramuka ini dibiayai oleh SMP Gunung Jati sendiri yang dialokasikan dari dana Pertolongan Operasional Sekolah ataupun BOS.

BAB II

Laporan Aktivitas Pengembangan Diri Kepramukaan di SMP Gunung Jati

  • Materi, waktu, tempat dan aktivitas latihan dari mulai sampai selesai.
  • Materi saja

Waktu penerapan aktivitas ini disesuaikan dengan keadaan, namun waktu yang pasti dari aktivitas latihan merupakan jam 4 sore setiap hari Senin.

Tempat penerapan aktivitas latihan mingguan dilaksanakan di SMP Gunung Jati, bila tidak di lapangan maka latihan dilakukan di dalam satu di antara kelas.

Penerapan kegiatannya mudah saja diisi dengan aktivitas yang mendidik serta pula menghibur agar para anggota pramuka tersebut tidak bosan.

Hasil yang dicapai oleh para anggota pramuka yang mengikuti aktivitas pelatihan ini ternyata cukup memuaskan karena sekitar 75% dari anggota pramuka ini memahami dan bisa menangkap materi yang telah diberikan. Yang lebih baik dari uraian materi ini merupakan mengaplikasiannya di kehidupan tiap hari pada lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah tanpa melupakan ajaran moral yang diberikan sama ibu bapak di rumah. Dari 25% yang kurang menguasai modul yang di disajikan biasanya dikarenakan oleh keterbatasan sarana dan prasarana yang mendukung yang berkesinambungan oleh latihan kepramukaan yang telah dilaksanakan.

BAB III

Penutup

Kesimpulan yang bisa diambil dari aktivitas kepramukaan ini antara lain adalah :

  • Perlu dibentuknya kepengurusan gugus depan agar kinerja tenaga pendidik ataupun kependidikan menjadi lebih terorganisir.
    Rendahnya sarana sebagai pendukung dalam aktivitas latihan kepramukaan.
    3. Masih ada siswa yang enggan mengikuti pelatihan ini dan belum adanya pemahaman akan bernilainya latihan pramuka untuk kehidupan tiap hari suatu hari nanti.

7. Contoh Laporan Aktivitas PPS

Contoh Laporan Kegiatan

Laporan Aktivitas PPS

Latar Belakang

Pemilihan kepala wilayah dan wakil kepala wilayah merupakan sarana yang berhubungan dengan penerapan kedaulatan rakyat yang terdapat di wilayah propinsi ataupun kabupaten di masing-masing wilayah. Pemilihan kepala wilayah dan wakil wilayah diseleksi langsung oleh rakyat dan ialah acara politik bagi bangsa Indonesia mengarah kehidupan politik yang bertabiat demokratis dan bertanggung jawab.

Panitia pengawas pemilihan umum bertugas dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas ataupun proses pemilihan umum tersebut serta seluruh tahapan kegiatan dalam penerapan pemilihan umum yang berlangsung.

Panitia pengawas pemilihan umum ini nantinya akan meneruskan laporan dan penemuan yang menjadi pelanggaran kepada KPUD, setelah itu untuk penemuan dan laporan yang ternyata mengandung faktor pidana juga akan diteruskan kepada regu penyidik.

Laporan akhir hasil pengawasan terhadap pemilihan gubernur beserta wakilnya di wilayah Sumatera Utara di tahun 2013 ini diharapkan akan menjadi contoh yang baik bagi tahapan pemilihan umum di wilayah yang lain.

Secara umum, hasil pengawasan pemilihan umum kecamatan Tunggul Sari terhadap pemilihan gubernur Sumatera beserta wakilnya spesialnya di kecamatan Tunggul Sari ini sudah penuhi persyaratan selaras dengan peraturan Undang-Undang Indonesia tahun 1945. Karena itu tampak dari atmosfer pemilihan yang kondusif dan hasil pencapaian pemilihan yang berjalan aman dan damai.

Tujuan

  • Sebagai resep laporan dan sebagai tanggung jawab para pengawas dalam melakukan tugasnya sebagai panitia pengawas pemilihan gubernur dan wakilnya wilayah Sumatera Utara sepanjang masa bakti gubernur dan wakilnya berlangsung.
  • Memberi cerminan secara umum hasil pengawasan pada setiap tahapan pemilihan gubernur dan wakilnya di kecamatan Tunggul Sari.
  • Mampu dijadikan resep analisis serta penilaian terhadap proses penerapan pemilu selanjutnya.
  • Sebagai tuntutan normatif terhadap perundang-perundangan di Indonesia mengenai pengawas pemilu.
  • Mampu dijadikan resep masukan dan pertimbangan untuk para pengawas dalam melakukan tugasnya.

Contoh Laporan Kegiatan

Berbeda dengan kategori laporan yang yang lain, laporan riset ditulis berdasarkan hasil riset dan perlu ada kajian mendalam. Terdapat kaidah-kaidah khusus dalam penyusunan laporan riset.

Hal itu disebabkan, laporan riset memiliki nilai intelektualitas yang hanya dimiliki oleh penulisnya saja. Dibawah ini merupakan sebagian saran dalam menuliskan contoh laporan riset:

1. Tahu Tema dan Topik Studi

Poin pertama ini ialah hal yang paling mendasar dalam penyusunan sebuah laporan riset. Menuliskan laporan riset tanpa tahu dengan jelas apa tema dan topik riset yang dilakukan sama saja seperti melukis dalam gelap. Maksudnya terlambat saja berusaha menuliskan laporan riset karena jelas tidak akan tahu apa-apa.

2. Memahami Judul Studi

Sesudah tahu tema dan topik riset, hal selanjutnya merupakan harus memahami judul riset. Banyak yang berpendapat, memberikan judul bisa dilakukan di akhir sesudah seluruh hasil riset telah terselesaikan, sedangkan itu salah.

Karena itu karena, judul riset dipakai sebagai landasan awal mengenai arah riset yang dilakukan. Seluruh isi dalam sebuah laporan riset ialah hasil turunan dari judul yang tercantum di depan.

3. Dalami Maksud dan Tujuan Studi

Apa sedianya yang di impikan dari riset yang dilakukan tersebut, apa yang kepingin berhasil dicapai. Maksudnya adalah, harus bisa menanggapi pertanyaan mengapa riset tersebut layak dilakukan. Terdapatkah nilai urgensi dari riset itu sampai-sampai harus dilakukan dan dituliskan dalam bentuk laporan. Inilah yang akan melatarbekangi penerapan riset.

4. Lakukan Kajian Teori-teori Terkait

Hal paling mendasar yang membedakan laporan riset dari laporan yang lain merupakan bagian ini, kajian teori. Laporan yang lain tidak memiliki kajian teori, dan jikalau juga ada, tidak akan semendalam pada laporan riset. Bisa dikatakan, bahwa kajian teori ialah nyawa dari riset yang dilakukan. Kajian teori inilah yang akan menentukan kerangka pikir dari riset.

5. Paham akan Cara Pencatatan yang Baik dan Benar

Dalam membuat laporan riset, harus paham betul dengan cara penyusunan baku yang benar selaras dengan ejaan yang disempurnakan. Ini dikarenakan karena laporan riset ialah satu di antara bentuk karya ilmiah yang harus dituliskan menurut kaidah yang berlaku. Biasanya setiap institusi pendidikan besar akan memiliki struktur penyusunan laporan riset yang berbeda-beda. Karena itu tergantung pada ketentuan mana yang dianut.

6. Amalkan Pencatatan Sitasi

Tips terakhir dalam penyusunan suatu laporan riset merupakan perlunya ketika mendalami dan mengamalkan tentang sitasi. Mungkin kata ini masih kurang akrab di kuping, dan yang lebih diketahui adalah kutipan. Ada aturan-aturan khusus dalam menuliskan sitasi ataupun kutipan ini. Terdapat beberapa  ketentuan dalam penyusunan sitasi yang berlaku secara internasional dan penggunaannya tergantung pada kategori laporan riset yang dituliskan.

Laporan aktivitas di atas contoh laporan aktivitas yang singkat. Antara lain adalah contoh laporan aktivitas pelatihan, contoh laporan aktivitas lomba, contoh laporan aktivitas seminar, contoh laporan aktivitas pameran, contoh laporan aktivitas observasi, outbound, contoh laporan aktivitas olah-raga, contoh laporan aktivitas perpisahan, dll.

Sesudah menatap cara dan macam apa membuat laporan,tidak tidak gampang bukan untuk buatnya? Hanya perlu untuk memahami kaidah utama dan standar pembuatan yang berlaku agar laporan yang dibuat selaras dengan laporan resmi yang lain.

Tidak hanya itu dalam mencermati ketentuan yang ada akan membuat tulisan lebih bersih dan handal. Semoga bisa mendapatkan inspirasi sesudah membaca informasi ini dan salam sukses!

Contoh Laporan

Sumber